Hikmah Bersikap Tenang

27 Maret 2011 at 13:20 Tinggalkan komentar

Rasulullah pernah berkata kepada al-Mundzir, kepala kabilah Abdul Qais, “Sesungguhnya pada dirimu ada dua sifat yang dicintai Allah, yaitu sifat penyabar dan tidak suka tergesa-gesa.” Lalu ia bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah aku berusaha berperilaku seperti itu, atau Allah menjadikanku berwatak dengan keduanya?” Nabi SAW menjawab, “Allahlah yang menjadikanmu berwatak dengan keduanya.” Al-Mundzir pun berucap, “Segala puji bagi Allah Yang telah menjadikanku berwatak dengan dua tabiat yang dicintai Allah dan Rasul-Nya.” (HR Abu Dawud).

Sikap penyabar, lembut, kalem, dan tenang tak hanya dimiliki dan diserukan oleh Rasulullah, tapi juga dianjurkan oleh nabi-nabi yang lain. Mengapa begitu, karena kesabaran seorang penyabar-kata Ahmad ar-Rasyid dalam bukunya al-‘Awa’iq-adalah benteng yang akan melindunginya dari fitnah, sifat pemarah, dan egois, sehingga ia mampu berlaku adil dalam berbagai keputusannya. Sedangkan sifat “tidak ceroboh” akan memberikan kesempatan untuk menganalisis dan menimbang-nimbang, sehingga tidak ada lagi keraguan.

Sementara itu, sifat ceroboh dan tergesa-gesa menjadikan seseorang tidak cermat dalam menyelesaikan persoalannya, karena ada nafsu yang ikut bermain di dalamnya. Orang yang tergopoh-gopoh sering bertindak keliru dalam hidupnya yang akhirnya membuahkan penyesalan. Kecerobohan juga sering menjadi penyebab dari hilangnya keteguhan dan komitmen seseorang. Orang yang tergesa-gesa akan mudah patah semangat manakala dibenturkan oleh perkara yang sepele sekalipun.

Sebaliknya, orang yang lembut, kalem, dan tenang mempunyai konsentrasi yang tinggi untuk menata dirinya agar lebih baik. Ia kelihatannya berada dalam kebisuan, tapi pikirannya bergerak dinamis. Ia bertindak bukan dengan nafsu dan amarahnya, tapi bergerak dengan pikirannya.

Nabi meraih simpati yang besar dari umat manusia, karena Allah SWT telah melembutkan hatinya sebagaimana firman-Nya: “Maka disebabkan rahmat dari Allahlah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu .…” (Ali Imran [3] : 159).

Kalau teori manajemen modern merekomendasikan bahwa sebuah manajemen yang baik harus mengandung unsur POAC (planning, organizing, actuating, dan controlling), maka seorang yang kalem, lembut, dan tidak tergopoh-gopoh akan memiliki kesempatan yang full untuk melakukan controlling. Hal ini senapas dengan sabda Nabi: “Perlahan-lahan dari Allah dan tergesa-gesa dari setan.” (HR Baihaqi).

Sifat kalem, tenang, dan perlahan-lahan tentu tidak identik dengan kelambanan sehingga melewati deadline, namun ia bergerak secara tertata. Demikian pula sifat tergesa-gesa; ia harus dibedakan dengan sikap positif dan penuh percaya diri, yang kadang ditampilkan dan dikesankan dengan bertindak tergesa-gesa dan terburu-buru. Seorang Mukmin yang sejati, yang mempunyai tsiqah (kepercayaan) yang tinggi pada Allah juga kerap kali bertindak dinamis. Tentu saja naif untuk menyebut mereka bertindak ceroboh. Wallahu a’lam bish-shawab.

Sumber: republika.co.id

Entry filed under: artikel. Tags: .

Animasi Coba Atasi Trauma Anak-anak terhadap Nuklir Jepang Dilanda Gempa Perbaikan Jalan Hanya Dalam Enam Hari

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Pengunjung Online


Afiadi's Soenarto Family Blog

Sebaik-baik manusia adalah manusia yang paling bermanfaat bagi manusia yang lain

4staff

share for the best future

Situsguru.com

Belajar Ngeblog

%d blogger menyukai ini: