Sistem Tilang Elektronik VS Kedisiplinan Masyarakat Indonesia

6 April 2011 at 00:28 Tinggalkan komentar

Sistem tilang elektronik tahap awal ini mulai diberlakukan oleh Polda Metro Jaya di kawasan Sarinah – Thamrin, Jakarta Pusat tanggal 1 April 2011 Jumat kemarin. Ternyata uji coba ini sudah dilakukan 24 Februari 2011 lalu namun masyarakat belum begitu tahu serta sosialisasinya belum sampai ke lapisan masyarakat secara keseluruhan.
Tujuan sistem tilang elektronik ini adalah memperketat pelanggaran lalu lintas yang sering menerobos lampu merah, melanggar yellow box juga melewati batas stop line. Tiga pelanggaran itulah yang akan ditilang tentunya masing-masing pelanggaran dikenai biaya Rp500.000, jika melanggar lampu merah maka tilang Rp500.000, melanggar lampu merah berarti melanggar batas stop line serta melanggar yellow box, total jikakalau melanggar ketiganya maka tilang Rp 1.500.000 (Harian Kompas Jumat, 1 April 2011). Tak terbayangkan para pengendara yang melanggar satu pelanggaran wajib merogoh kocek Rp 500.000.

Bagaimana pandangan kita mengenai sistem tilang elektronik tersebut?? Berhasilkan sistem tilang ini di lapangan?? Sejauh apa kesulitan memberlakukan sistem tilang ini?? Efektifkah sistem tilang ini bagi masyarakat Indonesia??

Mulai dilberlakukannya sistem tilang elektronik tentu disambut beragam oleh para pengendara yang melintasi Sarinah – Thamrin, Jakarta Pusat. Tanggapan secara positif yang mengatakan cukup bagus sistem tilang elektronik diberlakukan maka para pengendara yang melintas harus hati-hati untuk tidak melanggar. Ada pula yang mengatakan sistem tilang elektronik ini sebagai ‘pengendali diri’ agar tidak melanggar rambu-rambu lalu lintas.

Tanggapan yang negatif juga mewarnai penerapan sistem tilang elektronik ini diantaranya percuma saja karena dipasang tilang elektronik pun pasti banyak saja pengendara yang melanggar, ada-ada saja sistem tilang elektronik benar-benar tidak efektif serta untuk apa menilang secara elektronik, lebih mudah kan tilang langsung.

Menarik memang penerapan sistem tilang elektronik, hal ini digunakan agar bermanfaat dalam penggunaan teknologi juga lebih memacu kesadaran masyarakat untuk lebih hati-hati dalam berkendara dan tidak melanggar peraturan lalu lintas. Penerapan sistem tilang elektronik cukup bagus tapi berbagai kendala tak dapat dipungkiri, sistem kerjanya cukup rumit.


Setiap lampu lalu lintas dipasang sensor jikalau ada pengendara yang melanggar sensor segera bekerja dan menyala, plat nomor polisi pengendara baik mobil atau motor akan terfoto secara otomatis. Setelah itu, plat nomor polisi pengendara juga otomatis terdata masuk dalam sistem komputer Polda Metro Jaya, pihak Polda Metro Jaya akan mengirimkan surat tilang kepada milik plat nomor pengendara tersebut untuk segera membayar tilang atas pelanggaran itu. Yang menjadi masalah adalah tidak semua kendaraan atas nama milik pribadi, ada saja pengendara yang belum mengubah kepemilikan kendaraan itu jadi masih atas nama milik pengendara sebelumnya. Hal ini tentu sangat sulit untuk melacak kepemilikan kendaraan itu untuk membayar tilang.



Apakah mungkin sistem tilang elektronik bernilai efektif?? Jikalau kita lihat secara mayoritas masyarakat Indonesia, sistem tilang ini sangat tidak efektif. Efektif atau tidak seharusnya kita sudah cukup hafal dengan sifat dan sikap masyarakat Indonesia pada umumnya terutama “kedisiplinan”. Apakah masyarakat Indonesia sudah sadar betul akan disiplin??

Kedisiplinan masyarakat Indonesia akan hukum yang berlaku di negeri ini masih jauh dari taraf “sadar akan disiplin” Bagi kebanyakan masyarakat Indonesia, hukum dibuat untuk dilanggar bukankah harusnya hukum itu ditaati, dihargai, dihormati kedudukannya, dipatuhi serta dilaksanakan secara tanggungjawab. Sering sekali terjadi jika tidak ada polisi pengendara akan bebas melaju meski lampu sudah berwarna merah.

Ada saja kejadian meski polisi berdiri sigap, pengendara masih tetap nekat menerobos lampu merah. Tilang langsung saja rasanya susah, setengah hati dan pengendara bisa dibuat kesal juga marah-marah kepada polisi yang menilangnya. Bagaimana dengan sistem tilang elektronik?? Teknologilah yang kini berbicara dan menegur para pengendara yang tidak mematuhi peraturan lalu lintas.

Penerapan sistem tilang elektronik memang baik dan cukup menggebrak kemajuan akan pemanfaatan teknologi. Tapi alangkah baiknya teknologi yang akan diterapkan sesuai dengan sifat dan sikap masyarakat Indonesia. Tak salah jika ingin mengubah sikap masa bodoh dengan sadar perlahan-lahan agar tertib lalu lintas. Perubahan dimulai dari sesuatu yang kecil maka lama-lama menjadi besar.

Mari kita bersama-sama tertib lalu lintas dan sukseskan sistem tilang elektronik…..

Sumber:  http://teknologi.kompasiana.com/terapan/2011/04/04/sistem-tilang-elektronik-vs-kedisiplinan-masyarakat-indonesia/

Entry filed under: artikel. Tags: .

Ranking Alexa Tampilan Google Jadi Nama Kamu, Cara Hack Facebook & Tips Menangkalnya, Versi Terbaru!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Pengunjung Online


Afiadi's Soenarto Family Blog

Sebaik-baik manusia adalah manusia yang paling bermanfaat bagi manusia yang lain

4staff

share for the best future

Situsguru.com

Belajar Ngeblog

%d blogger menyukai ini: