Cara Efektif Menanamkan Tingkah Laku Positif Pada Anak

17 April 2011 at 23:05 Tinggalkan komentar

Seringkali kita merasa frustasi ketika harus menghadapi masalah yang berkaitan dengan perilaku anak. Satu kata favorit saat mengatasi perilaku anak yang bermasalah adalah disiplin. Kata ini seolah-olah menjadi kunci bagi orang dewasa untuk menyelesaikan permasalahan perilaku. Sedangkan untuk anak kata disiplin sangat menakutkan karena terkesan keras, galak, main fisik, hukuman dan hal menakutkan lainnya. Ada apa dengan disiplin? Marilah kita luruskan dulu pemahaman tentang disiplin.

Disiplin yang efektif bukanlah dalam bentuk hukuman, melainkan instruksi. Instruksi ini mengajarkan tingkah laku yang baik, membantu anak menjadi besar dengan rasa percaya diri, bertanggung jawab dan tahu akan tindakannya yang pantas dipuji.

Disiplin bukanlah suatu cara utnuk mengawasi anak kita secara total. Ciptakan karung seribu cara untuk menampung semua gagasan disiplin anda. Ambil apa yang kita butuhkan lalu cobalah. Bila kita menemukan kesalahan maka kita akan tahu cara apa yang sebaiknya kita gunakan. Pemukulian hanya mengajarkan kekerasan dan dapat berpengaruh terhadap anak baik secara fisik ataupun psikis. Selain itu mengajarkan disiplin dengan cara memukul merupakan perilaku melanggar hukum.

Sebenarnya pemahaman disiplin harus dilakukan sejak dini dengan bentuk yang sederhana dan berbeda tingkatannya. Berkaitan dengan hal tersebut maka disiplin sangat dipengaruhi oleh pola asuh orang tua.

Pola asuh Authoritarian:

  • Pola pengasuhan yang keras dan sangat kuat dengan ancaman.
  • Orang tua lebih suka memaksakan nilai-nilai yang mereka ajarkan.
  • Orang tua lebih suka menghukum daripada member hadiah.
  • Orang tua menetapkan peraturan rumah yang keras dan sangat sulit dipatuhi.

Pola asuh Permisif:

  • Orang tua yang mengasuh dengan kehidupan penuh cinta, namu tidak ada aturan dan disiplin sama sekali.
  • Tidak ada hukuman ataupun hadiah atas hal-hal yang umum atau biasa.
  • Orang tua cenderung tidak ada rasa tanggung jawab.
  • Kehidupan dalam rumah tangga seperti ini agak sulit dan membingungkan.

Pola asuh Demokratif:

  • Orang tua mengajarkan anaknya dengan banyak cara. Mereka mengajari bagaimana berlaku secara dewasa dan bertanggung jawab.
  • Kehidupan rumah tangganya dipenuhi dengan cinta.
  • Aturan yang diberlakukan di rumah cukup beralasan serta didasarkan pada usia dan kebutuhan khusus anaknya. Aturan berkembang sesuai dengan perkembangan waktu utnuk member kesempatan kepada anak lebih bebas dan bertanggung jawab.

Ada tiga langkah bagi orang tua untuk dapat membina hubungan dengan anak yang mengalami kesulitan dalam hal disiplin:

  • Berlatih untuk dapat berkomunikasi dan berinteraksi secara tepat dengan orang lain, belajar untuk mengekspresikan kemarahan dengan efektif, memberi dan menerima.
  • Memberikan contoh dalam mengajarkan keterampilan baru pada anak agar mereka siap untuk menghadapi tantangan hidup.
  • Melakukan tukar pikiran dengan orang tua lain untuk mendapat dukungan ataupun motivasi.

Sumber: http://mutiaraendah.wordpress.com

Entry filed under: artikel, Pendidikan. Tags: .

Keuntungan Bermain Sambil Belajar Buat Anak-anak Setiap Anak Mempunyai Kemampuan Yang Berbeda

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Pengunjung Online


Afiadi's Soenarto Family Blog

Sebaik-baik manusia adalah manusia yang paling bermanfaat bagi manusia yang lain

4staff

share for the best future

Situsguru.com

Belajar Ngeblog

%d blogger menyukai ini: