Bahaya Mandi Bola

27 April 2011 at 08:51 Tinggalkan komentar


Sekedar sedikit sharing tentang permainan mandi bola yang permainan ini umumnya didominasi anak-anak. Kami ambil dari berbagai artikel dan milis, yang ternyata ada beberapa pengalaman nyata dari orang-orang yang membawa anaknya ke tempat permainan mandi bola ini. Semoga bisa menjadi pelajaran bagi kita semua dalam memilih jenis permainan untuk anak.

Kasus Pertama :

Beberapa waktu lalu saya mengantar putri saya mandi bola di salah satu mal di daerah Ibu saya. Sebenarnya di rumah saya, saya buat arena mandi bola sendiri yg rutin saya bersihkan. Berhubung mudik, tidak mungkin saya bawa seluruh mainan putri saya (apalagi mandi bola).

Pada waktu mengangkat putri saya dari arena mandi bola, saya merasa tergigit serangga dan memang ada bekas gigitan, setelah itu saya oleskan salep. Nyatanya 2 hari kemudian, saya demam hebat, menggigil dan panas tinggi. Saya tidak berfikir bahwa itu disebabkan gigitan serangga, saya pikir karena saya terlalu letih.
Nyatanya, bercak gigitan menyebar, setelah saya periksakan ke dokter, dokter menyatakan herpes. Dijelaskan bahwa serangga bisa sebagai pembawa virus herpes. Dokter mengatakan saya sebaiknya hati-hati membawa putri saya untuk bermain, jangan sembarangan memasukkan anak dalam arena permainan karena banyak kejadian anak sakit tapi kita tidak tahu mungkin tertular di tempat area main. Kita harus memilih apalagi jika arena permainan tidak tersentuh sinar matahari lebih baik ajari dia untuk bermain di area bebas seperti jogging area atau taman kota.

Kasus Kedua :

Ini kejadian baru menimpa anak bekas tetangga di Bandung ..

Pas hari libur, sabtu/minggu seperti biasa pasti orang tua pingin ajak anaknya main. tetanggaku dia ajak anak perempuannya umur 3,5th mandi bola di B**. Nggak ada feeling apa-apa, anaknya senang main-main.

Setelah itu besoknya dia masih sekolah (Pre-School) seperti biasa, nggak ada tanda-tanda apapun. Tapi tiba2 hari ke 4 setelah dia mandi bola itu, tanpa gejala apapun, tahu-tahu dia ngga bisa jalan, anaknya pun nggak mengeluh ada gejala sakit apapun, dia cuma nanya dengan polosnya ke ibunya “Mama.. kok Riska nggak bisa jalan ya ma”

Akhirnya sama ibunya dia langsung dibawa ke RS. Boromeus Bandung, dan itupun setelah diperiksa sama DSA (Dokter Spesialis Anak), nggak langsung ketahuan sebabnya kenapa tiba-tiba lumpuh, Sampai akhirnya setelah pemeriksaan dokternya, Riska dikasih antibiotik macam-macam yang memungkinkan buat ngobatin sakitnya itu, karena menurut dokternya ini kena kuman.

Akhirnya, besoknya Riska dirujuk ke RS. Hasan Sadikin karena ada DSA yang menangani kasus seperti ini. Selidik punya selidik, akhirnya DSA di Hasan Sadikin menemukan bahwa Riska kena virus IPD, yang virusnya menyebar melalui sumsum tulang belakang, sampai akhirnya akan merambat ke otak.

Karena itu, Riska disuntik setiap hari yang harga suntikannya 6jt/suntik. Untuk mencegah virus itu berhenti menyebar agar tidak ke otak. Menurut dia, memang virus ini masih jarang di indonesia dan belum diwajibkan sama IDAI. Tapi mulai ada penyebaran virus ini yang menyerang terutama pada balita dan orang tua di atas 60.

Dokternya tidak bisa menjamin apa-apa, tapi hanya berusaha untuk mencegah penyebaran virusnya. Dokternya pun tidak bisa bilang kalau itu karena mandi bola.

Tapi saat aku cerita ke kakak iparku, ternyata dia ada pengalaman, anak temen kantornya terkena virus yang sama dan persis kejadiannya setelah mandi bola juga.

Menurut DSA temen kakakku itu, tempat mandi bola memang merupakan lokasi penularan paling bagus untuk virus apapun, terutama di tempat-tempat umum.

Karena jarang sekali pihak taman bermain itu mencuci bola-bola tersebut dan dengan ruangan yang tertutup dan lembab, tidak kena sinar matahari, tempat mandi bola jadi tempat bersemayamnya virus.

Kasus Ketiga :

Satu dari putra-putraku kehilangan jam tangannya dan karenanya dia sangat kecewa. Jadi kami menggali di antara bola-bola untuk mencarinya. Sambil mencari jam tersebut, kami menemukan muntahan, makanan, kotoran dan sesuatu lainnya yang tidak ingin saya sebutkan. Saya pergi ke manager dan memprotes hal tersebut dan menemukan bahwa kolam bola hanya dibersihkan satu kali setiap bulannya. Saya bahkan ragu bahwa itu telah dilakukan sesering itu. Anak-anakku tidak akan pernah bermain lagi di kolam bola manapun.

Kasus Keempat :

Hai, namaku Lauren Archer, putraku KEVIN dan aku tinggal di Melbourne, Australia.

2 October 1999. aku membawa putra tunggalku ke M* D****** untuk perayaan ulang tahunnya yang ketiga. Setelah dia menyelesaikan makan siangnya aku mengijinkan dia bermain di kolam bola. ketika tak lama kemudian dia mulai melolong, aku bertanya kepadanya apa ada masalah. Dan dia menunjukkan pantatnya dan berkata dengan sederhana : “Ma, disini sakit.”

Aku tidak dapat menemukan apapun yang keliatannya bermasalah pada dia saat itu. Aku memandikannya ketika kami pulang, dan menemukan di point yang dia tunjuk, terdapat memar – bekas bilur di pantatnya.

Berdasarkan pemeriksaan, kelihatannya itu adalah sesuatu seperti ada serpihan di bawah memar itu. Aku membuat janji dengan dokter pada hari berikutnya dan anakku mulai muntah dan gemetaran, kemudian matanya berputar ke belakang kepalanya, dari situ, aku memutuskan untuk ke ruang darurat/ICU. Dia meninggal tepat pada malam hari itu.

Yang mematikannya adalah memar di pantatnya, yang merupakan ujung sebuah jarum suntik yang patah ketika tertusuk masuk ke pantatnya. Hasil autopsi menyebutkan Kevin mati karena overdosis heroin.

Minggu berikutnya, polisi memindahkan bola-bola dari kolam bola, di sana ditemukan makanan rusak, beberapa jarum suntik lainnya, beberapa masih dosis penuh, beberapa telah digunakan, pisau-pisau, permen yang dimakan separuhnya, diapers, kotoran dan genangan urine.

Kasus Kelima :

Seorang anak kecil lainnya telah bermain di kolam bola Burger King dan mulai mengeluh lengannya terluka. Dia juga meninggal kemudian. Ditemukan bahwa dia mendapat gigitan ular di sekitar lengan dan pantatnya. Ketika mereka membersihkan kolam bola itu, mereka menemukan sarang ular berbisa di dasar kolam bola tersebut. Anak kecil itu telah menderita sejumlah gigitan dari ular2 yang sangat berbisa.

So, apa kesimpulan yang kalian dapat dari sharing teman-teman ini? Mungkin bisa menjadi satu acuan buat kita semua agar lebih berhati-hati lagi untuk segala hal yang berhubungan dengan anak kita, terutama dalam memilih jenis permainan untuk mereka.



Sumber:kautsarku.wordpress.com

Entry filed under: News. Tags: .

Tips Membuat Status dengan Tulisan Terbalik di Facebook Tips Mendownload Game Java Untuk Handphone MITO 500

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Pengunjung Online


Afiadi's Soenarto Family Blog

Sebaik-baik manusia adalah manusia yang paling bermanfaat bagi manusia yang lain

4staff

share for the best future

Situsguru.com

Belajar Ngeblog

%d blogger menyukai ini: