Tips Agar Anak Tidak Malas Belajar

9 Mei 2011 at 19:36 2 komentar

Dibawah ini merupakan beberapa tips agar anak agar tidak malas belajar:

1. Jadilah contoh yang baik buat anak.

Orang tua merupakan panutan dari anaknya, oleh karena itu kita harus memberikan contoh terbaik agar ditiru oleh anak. Saat orang tua menyuruh dan mengawasi anak belajar, usahakan agar Anda juga terlihat seperti mempelajari sesuatu, misalnya dengan membaca buku. Sesekali ajak anak Anda untuk berdiskusi mengenai suatu topik yang hangat. Dengan begitu anak melihat bahwa orang tuapun ikut belajar.
2. Pilihlah waktu belajar yang baik.

Ketika anak merasa capek, ia akan enggan untuk melakukan apa saja. Oleh karenanya, coba pilihlah waktu yang tepat dimana anak sedang merasa segar untuk melakukan sesuatu, termasuk kegiatan belajar. Anda dapat mencoba di sore hari saat anak sudah mandi sore.

3. Buatlah jadwal belajar.
Anak cenderung untuk melakukan sesuatu yang pasti. Dengan membuat jadwal belajar secara rutin, anak akan mengerti bahwa jam yang ditentukan tersebut merupakan waktunya untuk belajar.

4. Kenali daya konsentrasi anak Anda.

Setiap anak memiliki daya konsentrasi yang berbeda-beda. Coba amati anak Anda, apakah ia tipe anak yang dapat berkonsentrasi selama 2 jam penuh atau hanya 30 menit. Apabila anak Anda merupakan tipe daya konsentrasi pendek, berikan istirahat sejenak disela-sela waktu belajar, setelah itu, anak dapat meneruskan kegiatan belajarnya lagi.

5. Berikan bantuan saat anak membutuhkannya.

Saat mengerjakan PR, kadang anak menemui soal yang sulit untuk dikerjakannya. Coba berikan bantuan saat ia membutuhkannya dengan cara menjelaskan bagaimana untuk menyelesaikan soal tersebut. Dengan begitu, anak dapat mengetahui bagaimana cara mengerjakannya tanpa harus terjebak di soal yang sulit.

Semoga tips diatas dapat membantu dan bermanfaat …

Sumber

Entry filed under: Tips and Triks. Tags: .

Tips Belajar Menulis Buat Si Kecil Manfaat Kalsium Bagi Tubuh

2 Komentar Add your own

  • 1. Anonymous  |  9 Mei 2011 pukul 22:16

    pembelajaran bisa dilakukan di tiap tahap umur … yang sudah berumur 5 atau enam tahu keatas mungkin bisa di ajak bicara atau diskusi … bagai mana pak mentor kalo yang dibawah 4 tahun biasanya mereka belum bisa diajak diskusi dan bisanya hanya meng copy .. gerak gerik orang tuanya … apakah ada cara lain selain diskusi ..???

    Balas
  • 2. Yedi Samsul Hidayat  |  3 Juli 2011 pukul 13:49

    Betul sekali gan…jadilah orang tua yang menjadi panutan dan teladan buat anak-anaknya…

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Pengunjung Online


Afiadi's Soenarto Family Blog

Sebaik-baik manusia adalah manusia yang paling bermanfaat bagi manusia yang lain

4staff

share for the best future

Situsguru.com

Belajar Ngeblog

%d blogger menyukai ini: